Recent Posts

Seo Services

Definition List

Seo Services

Cara Membaca Kode Baterai / Accu / Aki

21.02
Baterai atau sering juga disebut dengan accu merupakan komponen kelistrikan yang terdapat pada kendaraan yang berfungsi sebagai menyimpan arus listrik dan nantinya digunakan sebagai sumber listrik DC pada sistem kelistrikan yang ada di dalam mobil.

Accu yang dibuat di Jepang akan diberi kode pengenal accu sesuai dengan kode standar industri Jepang atau japan industrial standard (JIS). Kode tersebut akan menunjukkan kapasitas listrik accu, ukuran accu dan posisi terminal positif accu apakah berada disisi sebelah kanan atau kiri.

Lokasi kode accu

Informasi kode accu

1. Kemampuan
Hal ini menunjukkan kapasitas listrik yang dapat tersimpan di dalam baterai secara tidak langsung. Tabel di bawah ini menunjukkan hubungan antara kode pengenal accu terhadap kapasitas accu.

Kode Pengenal Accu
Kapasitas Accu Pada 5 Jam
Kode Pengenal Accu
Kapasitas Accu Pada 5 Jam
Kode Pengenal Accu
Kapasitas Accu Pada 5 Jam
28 B 17 R/L
24
50 D 20 R/L
40
95 D 31 R/L
64
34 B 17 R/L
27
55 D 23 R/L
48
95 E 41 R/L
80
28 B 19 R/L
24
65 D 23 R/L
52
105 E 41 R/L
83
34 B 19 R/L
27
48 D 26 R/L
40
115 E 41 R/L
88
36 B 20 R/L
28
55 D 26 R/L
48
130 E 41 R/L
92
38 B 20 R/L
28
65 D 26 R/L
52
115 F 51
96
46 B 24 R/L
36
75 D 26 R/L
52
145 F 51
108
50 B 24 R/L
36
80 D 26 R/L
55
150 F 51
112
55 B 24 R/L
36
65 D 31 R/L
56
170 F 51
120
32 C 24 R/L
32
75 D 31 R/L
60



Kapasitas accu menunjukkan jumlah listrik yang dapat tersimpan di dalam accu yang dapat digunakan sebagai sumber listrik. Kapasitas accu dinyatakan dengan satuan Ampere Hours (AH) yang dapat diperoleh dengan rumus :

AH = Ampere x Waktu (Jam)

Kapasitas accu berubah tergantung dari kondisi pengeluarannya. JIS mendefinisikan bahwa kapasitas listrik adalah jumlah listrik yang dapat dilepaskan sampai tegangan pengeluaran akhir menjadi sebesar 10,5 volt dalam waktu 5 jam. Sebagai contoh, accu dalam keadaan terisi listrik penuh kemudian arus listrik di dalam accu dikeluarkan secara terus menerus sebesar 5,6 ampere selama 5 jam sampai tegangan pengeluaran akhir menjadi 10,5 volt. Maka diperoleh kapasitas accu tersebut adalah 28 AH (5,6 ampere x 5 jam).

2. Lebar dan tinggi accu
Kombinasi dari ukuran lebar dan tinggi accu  ditunjukkan salah satu dari 8 huruf, dari huruf A sampai huruf H. Kode penunjukkan ukuran lebar dan tinggi accu dapat dilihat pada tabel di bawah ini :
Kode
Lebar (mm)
Tinggi (mm)
A
162
127
B
203
127 atau 129
C
207
135
D
204
173
E
213
176
F
213
182
G
213
222
H
220
278

3. Panjang accu
Panjang accu secara keseluruhan dapat ditunjukkan dalam satuan panjang centi meter (cm). Sebagai contoh, apabila kode pengenal panjang accu adalah 23 maka artinya adalah panjang accu tersebut yaitu 23 cm.

4. Posisi terminal positif accu
Posisi dari terminal positif accu dapat ditunjukkan oleh huruf R atau huruf L. Huruf R berrarti posisi terminal positif accu terletak disisi sebelah kanan, sedangkan huruf L berrarti posisi terminal positif accu berada disisi sebelah kiri.

Informasi Lainnya


Cara Membaca Kode Baterai / Accu / Aki Cara Membaca Kode Baterai / Accu / Aki Reviewed by ahmad on 21.02 Rating: 5

Fungsi dan Cara Kerja Kipas Pendingin Radiator (Cooling Fan) Elektrik dan Manual

21.02
Salah satu komponen-komponen sistem pendingin kendaraan mobil adalah kipas pendingin atau cooling fan. Aliran udara yang disebab ketika mobil berjalan belum mampu memberikan pendinginan yang cukup sehingga diperlukan komponen tambahan yaitu kipas pendingin.

Kipas pendingin ini berfungsi untuk membantu mendinginkan radiator dengan cara membuat udara dapat mengalir melewati sirip-sirip radiator. Udara akan menyerap panas pada sirip-sirip radiator sehingga temperatur air pendingin pada radiator dapat diturunkan.

Kipas pendingin radiator diletakkan di belakang radiator, cara kerja dari kipas pendingin ini dibedakan menjadi dua berdasarkan pada penggerak kipasnya yaitu kipas pendingin yang digerakkan oleh poros engkol dan kipas pendingin yang digerakkan oleh motor listrik.

Kipas pendingin yang digerakkan oleh poros engkol (manual fan)

Pada tipe kipas pendingin yang digerakkan poros engkol ini, kipas pendingin akan bergerak secara terus menerus ketika mesin dihidupkan. Kipas pendingin ini dihubungkan dengan poros engkol melalui pulli (pulli poros engkol dan pulli kipas) dan sabuk (v-belt).

Kecepatan putaran dari kipas pendingin tipe ini juga tergantung dari kecepatan putaran mesin, bila kecepatan mesin tinggi maka putaran kipas pendingin juga akan semakin cepat dan sebaliknya, bila kecepatan mesin rendah maka putaran kipas pendingin juga akan semakin lambat.

Kipas pendingin tipe ini pada umumnya dipasangkan didepan pompa air (water pump). Gerakkan kipas pendingin yang diambil dari putaran poros engkol ini akan menambah beban dari mesin. Jika beban mesin bertambah maka pemakaian atau konsumsi bahan bakar juga akan meningkat. Selain itu, pada tipe ini akan menimbulkan bunyi pada kipas pendingin saat bekerja. Oleh sebab itu, pada umunya kipas pendingin tipe ini menggunakan kopling fluida (sealed silicone oil) yang dipasangkan antara pompa air dengan kipas pendingin untuk mengatasi masalah tersebut.

Kipas pendingin yang digerakkan oleh motor listrik (electric fan)

Kipas pendingin yang digerakkan oleh motor listrik ini sudah tidak memanfaatkan putaran dari poros engkol untuk memutarkan kipas pendingin. Motor listrik ini dapat bergerak atau berputar jika ada arus listrik yang mengalir ke motor listrik tersebut.

Tipe motor listrik yang digunakan ini adalah motor listrik DC yaitu arus yang digunakan adalah jenis arus searah.

Pada tipe kipas pendingin yang digerakkan oleh motor listrik ini menggunakan sensor temperatur air pendingin atau water temperature sensor (WTS). Sensor suhu air pendingin ini akan mendeteksi suhu air pada mesin, bila suhu air telah mencapai batas yang ditetapkan maka sensor ini akan mengirimkan data ke ECU sehingga ECU akan memberikan signal tegangan ke relay fan sehingga relay fan aktif dan arus listrik dapat mengalir ke motor listrik dan akhirnya motor listrik dapat bekerja bekerja. Hal tersebut berrarti bahwa kipas pendingin radiator akan bekerja jika temperatur air pendingin mesin telah mencapai batas yang ditentukan (antara 800 C sampai 900 C).

Hal tersebut akan memberikan banyak keuntungan pada kipas pendingin tipe ini, yaitu temperatur kerja mesin dapat dicapai dengan cepat dan juga karena gerakkan putarannya diambil dari motor listrik maka mesin tidak akan terbebani untuk memutarkan kipas pendingin.
Fungsi dan Cara Kerja Kipas Pendingin Radiator (Cooling Fan) Elektrik dan Manual Fungsi dan Cara Kerja Kipas Pendingin Radiator (Cooling Fan) Elektrik dan Manual Reviewed by ahmad on 21.02 Rating: 5

Fungsi dan Cara Kerja Shock Absorber Hidrolik

21.01
Untuk menyerap kejutan dari kondisi permukaan jalan yang tidak rata saat kendaraan berjalan maka pada kendaraan dilengkapi dengan sistem suspensi. Sistem suspensi sangat penting keberadaannya untuk memberikan kenyamanan saat berkendara.

Apabila pada sistem suspensi ini hanya terdapat pegas maka kendaraan cenderung mengalami oskilasi yaitu kendaraan akan bergerak naik turun ketika kendaraan menerima kejutan dari permukaan jalan yang tidak rata.

Akibat yang ditimbulkan ketika terjadi oskilasi ini maka akan mengurangi kenyamanan saat berkendara. Oleh sebab itu digunakanlah shock absorber untuk meredam terjadi oskilasi pada kendaraan saat kendaraan menerima kejutan dari permukaan jalan yang tidak rata.

Dengan kata lain, fungsi dari shock absorber yaitu untuk meredam terjadinya oskilasi ketika kendaraan berjalan di permukaan jalan yang tidak rata sehingga akan menambah kenyamanan saat berkendara seta menambah kemampuan cengkram ban terhadap permukaan jalan.

Konstruksi shock absorber terdiri dari batang piston, piston dan tabung silinder. Piston merupakan komponen yang berada di dalam tabung yang bergerak naik dan turun saat shock ansorber sedang bekerja. Tabung merupakan tempat menampung minyak shock absorber dan sekaligus sebagai tempat naik turun piston. Batang piston merupakan bagian dari shock absorber yang berfungsi untuk menghubungkan gerakan piston dengan tabung shock absorber bagian atas atau bagian luar.

Shock absorber terpasang diantara bagian rangka kendaraan dan poros roda atau suspension linkage. Pada bagian rangka terhubung dengan piston sedangkan pada bagian poros roda ataususpension linkage terhubung dengan tabung silinder bagian bawah.

Cara kerja shock absorber
Di dalam shock absorber hidrolik terdapat cairan khusus yaitu minyak shock absorber. Terjadinya oskilasi akan diredam oleh shock absorber tipe hidrolik ini karena adanya tahanan aliran minyak shock absorber.

Di dalam shock absorber tipe ini terdapat saluran orriface dan katup (valve), cara kerja shock absorber dibagi menjadi dua kondisi yaitu cara kerja saat kompresi dan cara kerja saat ekspansi.

Shock absorber single action

Saat kompresi
Kerja shock absorber saat kompresi yaitu ketika shock absorber menerima kejutan dari permukaan jalan yang tidak rata sehingga piston akan menekan minyak shock absober yang berada di bagian bawah piston. Karena tertekan maka minyak shock absorber yang berada di bawah piston akan mengalir ke bagian atas piston melalui sebuah katup satu arah dan orriface sehingga pada saat langkah kompresi ini tidak terjadi peredaman kejutan.

Saat ekspansi
Pada saat langkah ekspansi piston akan bergerak naik. Gerakan naik dari piston ini akan membuat minyak shock absorber yang berada pada bagian atas piston menjadi tertekan sehingga minyak shock absorber akan berpindah atau mengalir menuju bagian bawah piston melalui saluran orriface saja karena pada saat ini katup dalam keadaan menutup. Karena minyak shock absorber hanya melewati saluran orriface saja maka gerakan naik shock absorber menjadi terhambat maka pada saat ini akan terjadi langkah peredaman kejutan.

Shock absorber tipe double action

Pada shock absorber double action ini pada saluran orriface juga terpasang katup satu arah sehingga baik pada langkah kompresi dan langkah ekspansi akan sama-sama terjadi peredaman kejutan.
Fungsi dan Cara Kerja Shock Absorber Hidrolik Fungsi dan Cara Kerja Shock Absorber Hidrolik Reviewed by ahmad on 21.01 Rating: 5

Cara Melakukan Pengisian Cepat dan Lambat Accu / Aki / Baterai

21.01
Baterai atau accu atau juga sering disebut dengan aki merupakan komponen pada kendaraan yang berfungsi untuk menyimpan arus listrik sementara di dalamnya. Arus listrik di dalam baterai ini nantinya digunakan untuk mensuplai kebutuhan listrik di kendaraan, misalnya untuk starter, menyalakan lampu dan lain sebagainya.

Agar kinerja baterai dapat maksimal maka kapasitas baterai harus selalu terisi. Pemakaian baterai secara terus-menerus dapat mengurangi kapasitas arus yang tersimpan di dalam baterai. Arus di dalam baterai ini akan diisi kembali oleh alternator di sistem pengisian ketika mesin hidup, akan tetapi jika terdapat kerusakan pada sistem pengisian rusak maka baterai tidak akan diisi.

Baterai dapat diisi menggunakan battery charger. Pengisian baterai dapat dilakukan secara cepat maupun secara lambat. Ketika melakukan pengisian, hal yang harus diperhatikan antara lain :
  1. Selama melakukan pengisian baterai, maka akan timbul reaksi kimia pada baterai yang menghasilkan gas hidrogen. Gas hidrogen ini akan mudah sekali meledak sehingga jauhkanlah baterai dari percikkan api.
  2. Setelah melakukan pengisian, jangan melepas kabel pengisi terlebih dahulu dari terminal baterai, tapi matikan dahulu charger baterai sebelum melepas kabel pengisian.
  3. Temperaur elektrolit jangan sampai melebihi temperatur 450 C. Bila temperatur elektrolit melebihi maka kurangi arus pengisian atau matikan charger baterai.

Pengisian cepat
Pengisian cepat dilakukan jika diperlukan pengisian baterai dalam waktu yang cepat atau singkat. Saat melakukan pengisian cepat ini menggunakan arus yang besar sehingga jika terlalu sering melakukan pengisian cepat akan membuat baterai cepat rusak. Cara melakukan pengisian cepat :
1. Bersihkan terminal baterai dari kotoran, debu dan korosi. Bila perlu amplas bagian terminal tersebut.
2. Lepas semua tutup baterai.
3. Periksa jumlah elektrolit di dalam baterai, bila ketinggian permukaan elektrolit kurang dari batas lower level maka tambahan air suling ke dalam baterai sehingga permukaan elektrolit berada di batas upperl level.
4. Bila pengisian cepat dilakukan pada saat baterai terpasang pada kendaraan maka lepas kabel dari terminal positif dan negatifnya agar tidak merusak komponen-komponen kelistrikan lainnya.
5. Tentukan arus pengisian dan lama pengisian yang diizinkan.

Menentukan arus pengisian
Tentukan kondisi pengeluaran dari berat jenis baterai dengan membandingkan dengan grafik di bawah ini :

kemudian hitunglah arus pengisian dengan menggunakan rumus berikut ini :
Arus pengisian yang benar = kondisi pengeluaran (AH) : (1 + lamanya pengisian (H))

Penting !
Kita menggunakan kondisi pengeluaran dari baterai ini dan bukan dari kondisi pengisian, karena hal ini memberitahukan berapa jauh baterai tersebut kosong sehingga dapat dihitung berapa lama dan berapa arus yang dibutuhkan agar baterai dapat terisi penuh kembali.

Contoh :
Kapasitas baterai 40 AH
Berat jenis hasil pengukuran pada suhu 200 C adalah 1,18
Dari data tersebut maka di dapatkan pengeluaran baterai sebesar 40 % sehingga diperlukan pengisian 16 AH (40% dari kapasitas baterai sebesar 40 AH).
Bila pengisian akan dilakukan selama 30 menit atau setengah jam maka besar arus pengisian yang digunakan adalah :
Arus pengisian yang benar = kondisi pengeluaran (AH) : (1 + lamanya pengisian (H))
Arus pengisian yang benar = 16 AH : (1 + 0,5 H) =10 A

Catatan : untuk melindungi baterai maka arus pengisian maksimum yang digunakan tidak boleh melebihi setengah kapasitas dari baterai, misalnya kapasitas baterai adalah 40 AH maka arus pengisian maksimum tidak boleh melebihi 20 A atau harus kurang dari 20 A.

6. Setelah selesai melakukan pengisian cepat maka ukurlah berat jenis elektrolit baterai, untuk memastikan bahwa berat jenis elektrolit baterai sesuai dengan standar.
7. Pasang kembali tutup baterai dan bersihkan kotak baterai.

Pengisian lambat
Dalam melakukan pengisian cepat akan sangat sulit diperoleh pengisian baterai secara penuh, agar baterai benar-benar dapat diisi penuh maka dianjurkan melakukan pengisian baterai secara lambat, prosedur pengisian baterai secara lambat sama dengan prosedur pengisian baterai secara cepat, kecuali beberapa hal berikut ini :
1. Arus pengisian maksimum yang digunakan harus kurang dari 1/10 dari kapasitas baterai yang ada.
Contoh :
Kapsitas baterai adalah 40 AH maka dapat diperoleh arus pengisian baterai maksimum adalah :
Arus pengisian baterai maksimum = 40 x 1/10 = 4 A

Waktu yang dibutuhkan untuk melakukan pengisian lambat dapat dihitung dengan rumus :
Lamanya pengisian : kondisi kapasitas baterai pengeluaran (AH) : Arus pengisian (A) x (1,2 sampai 1,5).
Contoh :
Kapasitas baterai adalah 40 AH
Berat jenis elektrolit baterai adalah 1,16
Kondisi pengeluaran baterai sekitar kurang lebih 50% menurut grafik pada kondisi pengeluaran baterai di atas.
Karena itu baterai akan membutuhkan pengisian sebesar 40 AH x 50% = 20 AH
Sehingga waktu yang dibutuhkan untuk melakukan pengisian lambat yaitu :
Lamanya pengisian : kondisi kapasitas baterai pengeluaran (AH) : Arus pengisian (A) x (1,2 sampai 1,5) = 20 AH : 4 A x (1,2 sampai 1,5) = 6 sampai 7,5 H

2. Posisikan saklar pengisian baterai pada posisi pengisian lambat.
3. Setel besar arus pengisian yang akan digunakan.
4. Ketika baterai hampir tersisi penuh maka pengeluaran gas hydrogen akan menjadi lebih banyak. Bila tidak ada lagi kenaikkan berat jenis atau tegangan selama lebih dari satu jam maka baterai tersebut sudah terisi penuh.
Cara Melakukan Pengisian Cepat dan Lambat Accu / Aki / Baterai Cara Melakukan Pengisian Cepat dan Lambat Accu / Aki / Baterai Reviewed by ahmad on 21.01 Rating: 5

Penyebab Kipas Pendingin Radiator Elektrik Mati dan Cara Mengatasinya

21.00
Sistem pendingin mesin berfungsi untuk menjaga temperatur mesin agar selalu pada temperatur kerjanya. Temperatur kerja dari mesin harus dijaga agar tidak terlalu tinggi atau over heating. Temperatur kerja mesin berkisar antara suhu 800 C sampai 900 C, bila temperatur melebihi batas tersebut maka akan menimbulkan banyak masalah.

Masalah-masalah yang akan ditimbulkan antara lain seal-seal yang terbuat dari bahan karet dapat meleleh, bahan-bahan yang terbuat dari logam dapat memuai terlalu besar dan lain sebagainya. Dampak yang ditimbulkan dari masalah-masalah tersebut adalah mesin menjadi bermasalah atau mesin akan rusak. Oleh sebab itulah diperlukan sistem pendingin pada kendaraan.

Salah satu dari tipe sistem pendingin adalah sistem pendingin air. Air akan bersirkulasi di dalam mesin melalui mantel-mantel air (water jacket) yang ada di mesin. Air yang bersirkulasi akan menyerap panas di mesin yang kemudian air yang panas tersebut akan didinginkan di bagian radiator.

Untuk membantu pendinginan air pada radiator maka dibutuhkan kipas pendingin. Kipas pendingin ini berfungsi untuk membuat udara dapat mengalir melalui sirip-sirip radiator. Udara-udara yang melewati sirip-sirip radiator akan menyerap panas pada radiator sehingga air yang tadinya panas dan setelah melewati radiator dapat turun suhunya.

Salah satu tipe kipas pendingin yang digunakan adalah kipas pendingin elektrik atau electric fan. Kipas pendingin elektrik ini digerakkan oleh sebuah motor listrik DC. Motor listrik DC ini dapat berputar bila ada arus listrik DC yang mengalir ke motor listrik.

Bila kipas pendingin radiator ini tidak bekerja maka dapat menyebabkan terjadinya over heating pada mesin. Adapun penyebab-penyebab kipas pendingin elektrik ini mati antara lain :

Motor listrik mati
Penyebab pertama kipas pendingin elektrik tidak bekerja adalah karena motor listrik mati atau rusak. Motor listrik merupakan komponen utama yang berfungsi untuk menggerakkan kipas pendingin. Motor listrik ini akan merubah energi listrik menjadi energi gerak putar.

Pada umumnya penyebab motor listrik mati adalah karena sikat (brush) pada motor tersebut habis. Bila sikat yang ada pada motor listrik tersebut habis maka cara untuk memperbaikinya adalah dengan cara mengganti sikat tersebut. Selain itu, motor listrik dapat mati dikarenakan kumparan spul yang ada di motor tersebut rusak, maka bila kumparan motor listrik telah rusak sebaiknya ganti motor listrik dengan yang baru.

Soket lepas
Soket-soket yang menghubungkan aliran listrik menuju motor kipas pendingin ini bila terlepas tentu saja akan memutuskan aliran listrik yang menuju ke motor listrik, sehingga periksa kondisi sambungan soket-soketnya.

Kabel kipas putus
Kabel merupakan media penghantar arus listrik. Bila kabel putus maka aliran listrik juga akan putus. Tak jarang penyebab kipas pendingin elektrik tidak bekerja disebabkan karena kabel kelistrikan kipas elektrik ini putus. Putusnya kabel ini dapat disebabkan karena sesuatu hal, misalnya dimakan oleh tikus. Cara memperbaikinya adalah dengan menyambungkan kembali kabel-kabel yang putus.

Relay kipas rusak
Relay berfungsi untuk mengendalikan arus yang besar dengan menggunakan pengendali arus yang kecil. Bila relay kipas pendingin ini rusak maka dapat membuat kipas pendingin menjadi tidak bekerja. Cara mengatasinya yaitu dengan mengganti relay kipas dengan yang baru.

Sekering kipas putus
Sekering atau fuse berfungsi sebagai komponen pengaman bila terjadi hubungan singkat (konslet) atau kelebihan arus yang mengalir pada rangkaian sehingga komponen-komponen kelistrikan lainnya akan aman. Termasuk juga pada rangkaian kelistrikan kipas pendingin elektrik juga dilengkapi dengan fuse, apabila fuse ini putus maka kipas pendingin tidak akan dapat bekerja.

Cara mengatasinya adalah sebelum mengganti fuse dengan yang baru, pastikan dahulu bagian kelistrikan pada rangkaian yang mengalami kerusakan akibat konslet atau kelebihan arus. Setelah diperbaiki maka barulah fuse diganti dengan yang baru.

Sensor air pendingin bermasalah
Sensor air pendingin atau WTS (Water Temperature Sensor) atau ECTS (Engine Coolant Temperature Sensor) berfungsi untuk mendeteksi suhu air pendingin. Kerja dari sensor air pendingin ini dengan memanfaatkan thermistor di dalamnya.

Tahanan di dalam sensor ini akan berubah-ubah sesuai dengan kondisi temperatur air pendingin. Bila suhu air pendingin masih rendah maka sensor akan mengirimkan signal tegangan agar kipas pendingin jangan bekerja dahulu. Ketika suhu air pendingin naik sekitar 800 C sampai 900 C maka sensor air pendingin ini akan mengirimkan signal tegangan agar kipas pendingin dapat bekerja.

Bila sensor air pendingin mengalami kerusakan tentu saja akan terjadi masalah dengan data signal yang dikirimkan oleh sensor ini. Bisa saja karena sensor ini rusak maka membuat kipas tidak bekerja. Cara mengatasinya adalah periksa kerja sensor air pendingin dan apabila sensor memang rusak maka ganti sensor air pendingin dengan yang baru.
Penyebab Kipas Pendingin Radiator Elektrik Mati dan Cara Mengatasinya Penyebab Kipas Pendingin Radiator Elektrik Mati dan Cara Mengatasinya Reviewed by ahmad on 21.00 Rating: 5

Post Bottom Ad

ads 728x90 B
Diberdayakan oleh Blogger.